Bab 33. Pasien Kabur

1544 Kata

Lagi-lagi, itu hanya anganku saja. “Sebaiknya gue ke kamar terus bersih-bersih, deh. Capek banget, nih, gue,” keluhku sambil mengusap bagian bibir setelah minum. Dengan lesu, aku menyeret kaki untuk menaiki setiap anak tangga menuju lantai 2. Sesampainya di kamar, aku langsung membanting tubuh di atas ranjang. Menatap langit-langit kamar yang terasa begitu sunyi dan sepi. “Itu orang sebenarnya ada masalah apa, sih, sama gue? Apa aslinya memang seperti itu? Ckckck! Pantes aja ditinggal pergi sama mantan istrinya dulu,” cibirku jahat. “Biasanya, yah, orang akan berubah menjadi lebih baik setelah kehilangan yang pertama, nah, itu orang justru makin parah. Duh, salah apa coba Tante Turi punya anak modelan kek dia. Oh, iya, Amir!” seruku semangat, “telpon Tante Turi, ah!” Sambil menunggu p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN