Bab 28 Jatuh dalam Pelukan Aku yakin, kamu pasti bisa nyaman bersamaku. Aku yakin pada akhirnya kamu akan mencintaiku sepenuh hati, kata hati Sagara. “Sekarang, kamu istirahat ya… Aku temani kamu,” kata Sagara. Safira mengangguk. Kemudian Sagara membetulkan posisi bantal. “Ayo tidur!” pinta Sagara sambil menepuk-nepuk bantal yang sudah disiapkannya. Safira membenamkan kepalanya di bantal. Sagara menatapnya dengan tersenyum. Pandangan Safira menatap langit-langit. “Tutup matamu, istirahatlah,” kata Sagara. “Bawel...” Safira memonyongkan bibirnya. Tak lama kemudian dia memejamkan mata. Sagara ikut berbaring di sampingnya. Dia tersenyum bahagia menatap istrinya lebih lama. Dia lebih leluasa menatap, karena Safira tak melihatnya. Dan yang lebih penting lagi, kini istrinya tak bisa m

