Pillow Talk

1174 Kata

Bab 29 Pillow Talk Safira berpikir. “Boleh, tapi kamu nggak bisa terus-terusan nyuapin aku ya. Kalau lagi sibuk kan pastinya bikin makannya jadi lebih lama.” “Lagian siapa yang mau nyuapin kamu,” Sagara pura-pura cuek. Dia ingin menggoda lagi istrinya. “Iih. sebel deh. Ya udah. Terserah,” Safira cemberut. “Maaf deh.. Maaf ya, Sayang,” kata Sagara sambil mengelus-elus rambut istrinya. “Oke… tenang, besok-besok, pake sendok dan garpunya sepasang. Jadi tetap makan sepiring dan menyuap masing-masing hehe,” lanjut Sagara. Sepiring nasi pun akhirnya habis. “Nggak kerasa ya, kok udah abis lagi,” ujar Sagara. “Kamu masih laper?” “Enggak ah. Udah kenyang kok...” “Jangan boong ah… mana mungkin kamu udah kenyang. Dedek bayi di perut juga pasti belum kenyang. Kamu harus makan banyak. Lagian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN