Periksa

988 Kata

Alana duduk menghadap komputer di meja kerjanya. Dia terlihat sangat fokus pada pekerjaannya sampai tidak sadar kalau Arvan sudah berdiri di ambang pintu ruangannya dan menatap ke arah Alana. Arvan hanya bisa menatapnya dalam diam selama beberapa saat, lalu langkah kakinya yang lebar membawanya ke pantry untuk membuat kopi. Alana berusaha keras untuk fokus pada pekerjaannya dan tidak memikirkan hal lain. Namun fokusnya sering pecah mengingat fakta baru tentang dirinya yang kini sedang berbadan dua. Entah kenapa, Alana benar-benar merasa belum siap untuk memiliki anak. Dia belum siap meninggalkan pekerjaannya. Dia belum siap hanya jadi ibu rumah tangga saja. Dia belum siap meninggalkan Arvan, dan tak bisa memantau penuh pergerakan suaminya tersebut. Alana merasa, perasaannya terlalu sensi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN