Alana duduk di meja kerja Arvan yang berada di dalam kamar mereka. Tangannya memegang sebuah kalender dengan kening berkerut. Alana yakin sekali kalau harusnya pertengahan bulan ini dia haid. Tapi menjelang akhir bulan, Alana bahkan belum mendapatkan tamu bulanannya. Pikiran Alana langsung tertuju pada kehamilan. Mengingat sejak awal melakukan seks sampai sekarang, Arvan tak pernah sekali pun memakai pengaman. Dan dia juga tak minum pil kontrasepsi. "Apa jangan-jangan aku hamil?" Alana bertanya pada dirinya sendiri. Merasa tak percaya saja kalau memang dia hamil di usia pernikahan yang bahkan belum genap setahun. Alana memang berkata belum siap memiliki anak karena banyak yang harus dipertimbangkan. Namun, dia juga tak memakai kontrasepsi karena berpikir mungkin dia bisa saja seperti ib

