Tiba juga waktunya aku berangkat ke Inggris untuk kerja.Om Radika sudah di sana,jadi aku berangkat menyusulnya hari Minggu malam setelah aku mengajak si Neneng tempur sore hari sampai hampir Magrib datang lalu bersiap ke bandara. “Baik baik di rumah,jangan pecicilan dan tunggu aku pulang”perintahku begitu kami sampai bandara. “Iya….kamu udah bilang itu trus dari tadi”protesnya cemberut. Aku menghela nafas.Dia memang sudah diam terus sepanjang perjalanan menuju bandara. “Kalo kamu mau ke rumah Nino,minta antar supir”kataku lagi. “Bang Nino sama kak Non yang mau jemput aku,kalo aku mau nginap”lapornya. Aku mengangguk.Paling alasan Noni supaya bisa keluar rumah. “Ya udah,jangan mati handphonemu,nanti aku bingung cari kamu”tambahku. “Iya ih……udah apa jangan bawel banget,handphonemu ju

