1.Bastart

3218 Kata
“Reno…..Reno…..”desis suara pelan namun lembut terdengar sayup sayup memanggil namaku. Aku sibuk mencari sumber suara itu dan akhirnya terpaku pada sosok gadis bergaun putih dengan wajah seputih pualam.Dia wanita yang selalu menyiksaku lewat mimpi mimpi erotis semenjak aku aqil baliq. Dalam mimpiku,aku memacu kuda yang aku tunggai berharap mampu mengejar gadis itu.Gadis yang aku tak tau namanya dan terus menerus tertawa ke arahku dengan tawa yang seakan mengejekku.Aku hanya bisa menggeram dan memacu kudaku lebih cepat lagi sampai dia yang juga menunggai kuda putih berhasil aku buat berhenti. Bukan takut pada kehadiranku yang menatapnya penuh amarah karena kehadirannya menyiksaku terus. “Hai….”sapanya lembut dan malah menggodaku dengan menyentuh dadaku yang terekspos karena aku pakai kemeja putih yang kancingnya aku buka. “Who are you?”tanyaku. Dia tersenyum lalu berjinjit mencium pipiku dan membaui leherku.Aku meremang,selalu seperti ini bila dia menyentuhku.Aku sudah mendesah pelan dan mencekal tangannya yang munggil. “Hei…..”protesku karena dia menjauh setelah membangkitkan gairahku. “Do you want to touch me?”godanya dengan lambaian tangan dan tatapan menggoda. Seperti kerbau di cocok hidungnya,aku mendekat dan seketika sekelilingku berubah menjadi ranjang putih bertiang 4 dan bertirai kain putih tipis senada dengan pakaian seksi yang di pakai gadis itu.Harusnya aku menahan diri karena tau dia hanya menggodaku.Tapi aku terlalu penasaran dengan harum lembut yang menguar entah dari tubuh mulus si gadis atau justru dari sprei ranjang. “Reno…….”desisnya lagi menggoda dengan menggeliat di ranjang dengan pemandang sendu seorang perempuan  Entah mengapa aku selalu memilih menontonnya dengan nafas terengah karena dia menyentuh dirinya sendiri..Dan sesaat kemudian aku terjaga dari tidurku dengan aku yang kalah karena aku sudah meledak.. “s**t!!!!”umpatku kesal saat aku mengangkat selimut dan menemukan celanaku basah. Menyebalkan tidak sih??,dengan umurku yang 37 tahun,aku harus mengalami mimpi basah dan selalu dengan wanita yang sama.Padahal di kehidupan nyata,aku sudah tau rasanya bercinta bahkan saat usiaku baru 15 tahun dan saat itu aku kelas 1 SMA. Gadis itu yang membuatku selalu terobsesi untuk meniduri banyak perempuan,aku yang marah karena merasa kalah.Dalam mimpi erotisku toh aku dan gadis itu tidak pernah sekalipun bercinta,aku yang selalu menontonnya terengah dan menggeliat erotis sampai aku ejakulasi lalu aku terbangun.Aku penasaran rasanya bercinta dengan gadis mungil itu karena dia hanya setinggi ketiakku.Tubuhnya munggil,rambutnya hitam dan bola mata hitam yang kontras sekali dengan warna kulitnya putih mulus tanpa cela.Apa cantik??,dia cantik tapi terkadang tidak secantik beberapa wanita berprofesi model atau artis yang jadi teman tidurku.Entahlah aku tak pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada diriku. Aku pernah bercerita soal ini pada kakak tertuaku.Kak Sella yang sudah seperti ibuku karena rentan umur kami yang cukup jauh sekitar 15 tahun,selalu bilang untuk tidak memikirkan soal mimpi mimpi itu.Aku tau dia benar,tapi tetap tak membuatku berhenti bermimpi. Lain kak Sella lain kak Misel kakak keduaku yang jarak umurnya sekitar 10 tahun denganku.Malah dia ledek aku karena bohong soal mimpi itu.Aku yang jadi tidak berminat lagi bercerita.Untuk apa kalo cuma dapat ejekan. Pada papaku?,jelas aku malu.Aku dan papa sering sekali bertengkar semenjak mamaku meninggal karena kanker payudara.Aku yang ketakutan papaku nikah lagi dan melupakan mamaku,membuatku jadi berbuat nakal untuk membuat dia sibuk mengurusku di banding sibuk mencari perempuan pengganti mamaku.Jadi papa bukan pilihan untuk tempat aku curhat. Lalu pada siapa akhirnya aku bercerita?,pada Om Pras lah akhirnya aku bercerita.Dia suami dari tante Inge,adik perempuan satu satunya papaku.Kalo om Pras orang yang menyenangkan,dia suka mendengar apa pun celoteh Nino dan Gladis yang jadi anak anaknya bersama tante Inge.Dari mulai hal tidak lucu sampai hal tidak penting.Om Pras selalu bersedia mendengar.Untuk itulah aku memilih om Pras untuk tempat aku bercerita. “Itu namanya mimpi basah Ren”ungkapnya saat aku selesai bercerita. “Mimpi basah maksud papa mimpi sampe ngompol di kasur ya?”tanya Nino dan membuat om Prass terbahak. Aku dan Nino saling menatap. “Mimpi basah yang papa maksud itu mimpi erotis yang di alami anak lelaki untuk menandakan kalo dia sudah akil baliq”om Prass menjawab tatapanku dan Nino. “Aku ga ngerti”jawab Nino. “Berarti kamu belum mengalami seperti Reno”jawab om Prass. Nino mengerutkan dahinya. “Elo mimpi apa sih??,kaya penting amat”keluh Nino mendorong bahuku. Aku meringis. “Om mesti lanjut bicara atau tunggu Nino juga ngalamin biar sekalian cerita?”tanya om Pras. Aku memilih Nino ikutan mimpi basah.Memang sialan.Lama sekali Nino mengalami mimpi basah,mungkin hormonnya bergerak lambat karena dia tak pernah benar bener tertarik melihat gadis gadis cantik teman sekolah kami,dan memilih sibuk mengurus Gladis adikny dan Kalila anak tentara teman om Prass yang di sekolahkan bareng dengan kami,karena Kalila itu tomboy sekali.Om Edward,papa Kalila berharap Kalila lebih feminim atau manis seperti Gladis.Harapannya itu. Aku dan Nino sudah kelas 5 SD,Gladis kelas 3 SD dan Kalila kelas 1 SD waktu itu di sekolah yang sama.Lambatnya Nino mengalami mimpi basah membuatku penasaran juga. “Elo ga suka apa lihat cewek cewek yang suka lihatin kita?”tanyaku. “Elo mau gue colok mata mereka supaya berhenti liatin kita?”tanyanya bodoh. Aku menoyor kepalanya. “Bukan,maksud gue elo ga naksir?”tanyaku. Nino terbahak. “Gak suka.Gue sukanya bule,semuany muka kampung”jawabnya tengil. Mana ada sih bule muslim,kami kan sekolah di sekolah swasta berkulikurum MI,mana ada cewek bule,kalo cewek cewek arab banyak berseliweran,tapi kan dari kecil sudah pakai kerudung,dan membuatku tidak tertarik menatapnya lama lama,hidung mereka bikin ngeri.Mancungnya kebangetan. Penantianku terjadi saat kami naik kelas 6 SD,Nino dengan antusias menyusulku ke rumah dan membangunkan aku yang sedang tidur. “Ren!!,masa gue mimpi basah,tapi bukan ngompol”cetusnya saat aku sudah terbangun. Aku langsung antusias juga. “Elo mimpinya kaya gimana?”tanyaku. Nino cengar cengir m***m. “Cerita ga?”kejarku. Dia berdecak. “Bentar gue lagi berusaha ingat rasanya”jawabnya lalu diam senyam senyum c***l lagi. Astaga buat aku jijik sampai aku menindihnya di kasurku. “Ngomong ga elo,apa mau gue tonjok”ancamku kesal. Malah terbahak dan menendangku agar bangkit dari atas tubuhnya. “Elo tau ga sih apa namanya?pokoknya gue ngos ngosan bro,maju mundur di bawah gue cewe bule,badai banget dah,tau tau ga lama dengkul gue lemes trus kolor gue lengket pas gue bangun”jelasnya. Aku terbahak berarti bukan cuma aku yang gila,Nino juga gila gara gara sebuah mimpi. “Tanya papa gue yuk Ren!!,bokap elo mah mukanya perang mulu kalo liat kita.Ngapa sih?gara gara ga punya bini kali ya,jadi ga ada yang sayang kaya bokap gue yang di sayang nyokap gue”ajak Nino. Aku menimpuknya pakai bantal. “Elo doain bokap gue kawin lagi trus emak gue yang di kubur bakalan dia lupain!!,ngotak lo”semburku. Nino ngakak. “Sory brother,elo mah marah mulu sama gue”keluhnya. Aku berdecak sebal. “Gue mandi dulu trus ke rumah elo!!”ajakku. Nino santai menunggu sambil main gitar di kamarku.Berlalulah kami ke rumah Nino yang memang tak jauh dari rumahku,rumah om Prass dan tante Inge yang dulu,bukan rumah mereka sekrang yang seperti istana. Begitu sampai,aku lihat Gladis yang sedang main boneka Barbie dengan Kalila yang lebih tertarik minum s**u dan terkesan malas di ajak main boneka.Aku dan Nino memang selalu gemes kalo lihat Kalila yang selalu terlihat pakai celana pendek dan kaos,mukanya bulat dengan pipi bakpao dengan rambut ikal dan bukan lurus seperti Gladis. “Gemes gue”Nino lebih dulu mencium pipi Kalila lalu mengacak rambut Gladis. Aku menurutinya mencium pipi Kalila padahal dia sudah menjerit dan jadi menangis waktu aku ikutan mencium pipinya.Gladis yang cuma manyun karena aku mencium pipinya juga.Aku suka wangi Gladis yang tak boleh jauh dari minyak telon karena dia gampang sakit. “BANG ENO,BANG NINO!!!,gue bakalan bilang papa trus elo berdua biar di tembak!!!”ancam Kalila pada kami berdua. Aku dan Nino kompak terbahak. “Gue ga takut”ledek Nino. Aku sih sudah terbahak melihat Kalila makin keras menangis dan Gladis yang membujuknya menyerah. “MAMA!!!!”jerit Gladis dan membuat aku dan Nino kabur menuju ruang kerja om Pras. Om Pras memang selalu mendem di ruang kerjanya walaupun weekend. “Hai jagoan!!”sapanya waktu aku dan Nino duduk di kursi depan meja kerjanya. “Pah sibuk ga?”tanya Nino. “Gak terlalu,ada apa?”tanyanya om Pras lalu menggulung gambar rancangan gedung yang tadi dia lihat. “Mau ngobrol soal mimpi basah,om”jawabku. Om Prass tertawa pelan. “Kamu udah mimpi basah No?”tanya om Pras. “Udah dong pah….”jawab Nino. “Lalu rasanya?”tanya om Pras. Aku menatap Nino yang kembali senyam senyum c***l. “Lega pah,dan enak”jawab Nino santai. Om Prass tertawa. “Begitulah rasanya senggama No,dan kamu juga Ren”jawab om Pras. Aku dan Nino saling menatap. “Senggama itu bercinta atau perkawinan antara lelaki dan perempuan.Kalo kalian sudah mengalami mimpi basah itu tandanya kalian bisa punya anak kalo sampai melakukan senggama dengan perempuan.Untuk mencegah itu,sama Tuhan di berilah mimpi basah agar kalian tau rasanya untuk belajar bukan untuk melakukannya di usia kalian yang belum siap untuk menikah.Jadi hati hati ya,seperti perempuan  yang mengalami mentruasi juga warning dari Tuhan untuk lebih bisa menjaga diri karena dia bisa hamil kalo melakukan senggama juga”jelas om Prass. “Papa dari tadi ngomong senggama,senggama itu apa?”tanya Nino. Om Pras tersenyum. “Dalam mimpimu?,kamu ngapain?”tanya Om Pras. Kalo aku sudah diam saja,aku sih malu,Nino mana punya malu.Dia selalu penasaran. “Aku ingatnya aku nindihin perempuan cantik trus aku ngos ngosan,terus ceweknya juga abis itu aku pipis”jawab Nino frontal. Om Pras tertawa. “Ya itu senggama,nindihin perempuan”jawab om Pras. Nino diam. “Tapi kalo aku nindihin Gladis,aku ga ngos ngosan pah”sanggah Nino. “Kapan elo nindihin Adis?”tanyaku. Nino berdecak. “Gue sering gulet perebutan remote TV,tapi biasa aja”jawab Nino. “Karena ga ada hasrat birahi No,Adis adikmu”jawab om Prass. “Makin ga ngerti”jawab Nino. “Nanti deh kalo kalian lebih besar dari sekarang,kalian akan ngerti sendiri.Sekolah juga akan ngajarin soal ini No.Santai aja belajarnya jangan kamu paksa,pokoknya jangan nindihin cewek dulu kuncinya”pesan om Pras. Kami masih kelas 6 SD jadi hanya mengangguk lalu pamit pada om Pras. “Elo ngerti ga sih yang bokap gue bilang?”tanya Nino. Aku mengangkat bahu. “Ga!!’jawabku karena memang tidak mengerti. Emang sepupuku sakit jiwa,sewaktu ada gadis bule masuk sekolah,dia malah berbisik c***l. “Cakep Ren,masa titit gue bangun”bisiknya saat menatap gadis bule yang memperkenalkan diri di muka kelas. Aku tertawa.Memang cantik sih,walaupun  masih kecil. “Gue juga”balasku berbisik. Mulailah sepupuku mendadak konslet,dia pepet trus itu cewek yang blasteran turki.Shareen namanya. “Kita cium kali No biar ngerti,bangun lagi ga titit kita”ajakku setelah beberapa minggu mengenal gadis itu. Nino berbinar. “Ayo,penasaran gue juga”ajaknya antusias. Aku yang juga penarasan dengan reaksi tubuhku dan jantungku yang suka mendadak deg deg an walau cuma menatapnya dari kejauhan,dan Nino juga mengalami rasa yang sama saat aku bertanya.Mudah bagi kami berdua akhirnya mengajak Shareen yang jelas jelas tertarik pada Nino untuk kami giring ke bagian belakang sekolah. “Boleh cium elo ga?”tanya Nino tanpa basa basi. Gadis itu mengangguk malu malu.Nino menoleh padaku. “Gue dulu ya!!,baru elo”bisiknya. Aku mengangguk.Dan aku menegang saat Nino mencium bibir gadis itu di hadapanku,bukan saja kejantananku yang berdiri tapi aku sudah gelisah dan kecewa saat Nino selesai dengan aksinya. “Sepupu gue boleh gak cium elo?”tanyab Nino. Shareen menatapku lalu menggeleng.Aku tentu saja kesal.Dengan gerakan cepat aku langsung menubruknya sampai dia mepet ke tembok lalu mencium bibirnya.Shareen mendorong tubuhku sambil menangis sedangkan aku sudah hampir mencapai tepian. “Lah sama gue mau,kenapa sama sepupu gue gak mau?”keluh Nino. Shareen menangis. “Gue gak suka Reno,gue sukanya Nino”jawabnya sambil mengusap bibirnya dengan punggung tangan dan dia menangis. Nino menghela nafas. “Tapi gue gak suka elo,gimana dong??,ama sepupu gue aja ya?”jawab Nino. Shareen terbelak lalu mendorong tubuh Nino setelah itu berlari ke arah kelas. “Ayo ah Ren!!,rasanya ga kaya gue mimpi basah,biasa aja kaya gue nyium Gladis”ajak Nino santai. Aku menurut lalu kembali ke kelas.Aku pikir tidak jadi masalah,sewaktu jam pulang datang,aku dan Nino sudah di tahan di ruang kepala sekolah.Pantas Shareen tidak masuk kelas lagi.Ternyata mengadu.Dan gilanya,Shareen hanya mengaku di cium Nino dan tidak mengaku di cium aku,di depan tante Inge,papaku dan mama Shareen yang trus mengomel pada tante Inge. “Lah bukan salah aku doang dong!!,Shareen juga mau aku cium,kan aku tanya dulu sebelum cium Shareen”bela Nino dan tak melibatkanku. Serentak semua menatap Shareen. “Benar begitu Shareen?”tanya kepala sekolah. Bodohnya Shareen mengangguk. “Aku suka sama Nino,Nino ganteng”jawabnya malu malu. Para orang tua menghela nafas dan Nino terbahak. “Tuh bukan salahku kan??”jawab Nino. Walau begitu,tak membuat Nino lolos dari hukuman.Nino di hukum menyapu halaman yayasan milik eyang Fey,mama om Prass selama sebulan penuh setiap pulang sekolah. “Elo kenapa gak ngadu soal gue juga?”tanyaku saat menemaninya menjalani hukuman. “Kalo elo ikutan di hukum,siapa teman gue bangor lagi,santuy mama gue mah gampang di rayu,tar juga hukumannya ga sampe sebulan,apalagi eyang ti.Udah malas ah gue cium cewek Ren,malah bikin ribet”jawab Nino. Aku setuju dan kami berdua jadi menjauhi yang namanya cewek di sekolah.Bikin males karena jadi nempel padaku dan Nino.Kami jadi berusaha sibuk dengan Kalila dan Gladis supaya mereka menjauh.Bener Nino,pas Nino drama sakit karena kecapean,mama dan eyang Fey akhirnya menghentikan hukuman Nino jadi hanya dua minggu.Enaknya punya mama,sebesar apa pun kesalahan kita pasti mereka selalu punya lautan maaf. Kenapa aku jadi ngalor ngidul gini.Maaf…..dari mimpi sialan bahasannya jadi kemana mana.Aku lupa mengenalkan diri. Namaku Reno Saddam Isman,aku bungsu dari 3 bersaudara.Dua kakakku perempuan dan berjarak umur cukup jauh dariku.Kak Sella Syahdan Isman yang berselisih umur 15 tahun denganku,sedangkan Kak Misel Amar Isman berselisih 10 tahun dariku.Papa bilang sih mama kebobolan sewaktu sudah lepas kontrasepsi jadi hamillah aku,yang ternyata lelaki.Lalu papaku,Narez Moamar Isman pengusaha dalam bidang penyewaan alat berat untuk kebutuhan proyek pembangunan gedung gedung pencakar langit. Kedua kakakku tidak ada yang berminat melanjutkan perusahaan papaku,mereka mana tertarik dengan gambar gambar design mesin seperti aku.Kak Sella memilih jadi ibu rumah tangga setelah menikah dengan pengusaha brad fashion jeans terkenal.Kak Misel juga jadi ibu sosialita setelah menikah dengan pengusaha berlian.Mereka sudah senang dengan kehidupan rumah tangga mereka sampai tidak menerima saham perusahaan dan semua di hibahkan untukku dan oleh papa di pecah jadi 30 dan 70 persen untukku setelah dia memutuskan pesiun dan sibuk dengan anak anak kak Sella yang rumahnya memang tak jauh dari rumah papaku. Kak Misel yang tinggal cukup jauh walaupun masih di Jakarta.Aku sendiri memilih tinggal di aparteman agar dekat dengan kantor,dan itu sering membuat papaku trus mencecarku untuk segera menikah agar papa bisa pindah ke rumah kak Sella dan rumah yang di tempati nantinya untukku. Aku kaya??,tentu saja.Uangku banyak,selain aku bekerja keras,juga karena tak ada tanggungan.Kebutuhan papa tidak seberapa dan sudah di tanggung kak Sella atau kak Misel.Aku jadi bebas memakai uangku.Pekerjaan juga tidak membuatku repot yang harus gambar gambar design seperti Nino sepupuku yang memutuskan jadi arsitek seperti om Pras.Perusahaanku maju karena banyaknya relasi dari papaku dan om Pras yang memang pasti membutuhkan penyewaan alat alat berat untuk pekerjaan mereka.Juga karena keluwesanku melobi bos bos c***l dengan judi,minum dan tentu saja perempuan.Perusahaan kontraktor sebesar Syahreza aja bisa aku ajak kerja sama lewat Andra Syahreza yang dulu juga suka dengan wanita wanita cantik.Hasil ngobrol di clublah membuatku dan Andra sepakat bekerja sama.Lalu perusahaan lain kenalan Andra,Nino dan pengusaha pengusaha kontraktor swasta atau milik pemerintah. Kesibukanku hanya meeting dengan para bos kontraktor untuk perjanjian penyewaan alat berat.Kalian tau ga sih alat berat yang aku maksud??,aku jelaskan sedikit ya.Pertama alat pemancang tiang.Alat ini berguna untuk memantek paku bumi atau tiang pancang beton sebagai penahan tanah yang memerlukan pondasi dalam seperti pada pembangunan gedung bertingkat atau jembatan.Untuk menyanggah bangunan.Kalian akan lihat alat itu saat pengerjaan awal proyek pembangungan nama lainnya Pile drive Hammer. Kedua itu Loader.Kalian pasti tau karena sering lihat,ini mobil keruk.Ketiga Excavator,persis mobil keruk hanya rodanya ada rel jadi menyatu,untuk medan permukaan tanah yang tak rata atau medan berbatu.Ke empat tower crane,berbentuk seperti menara yang mempuyai lengan untuk menjangkau area lokasi bahan-bahan material konstruksi. Tower crane dalam proyek gedung berguna untuk memindahkan barang material secara horizontal dan vertikal.Baik itu mengangkut bahan dari bawah ke atas atau memindahkan material di area datar.Kalian bisa lihat di atas gedung bertingkat.   Kelima Dump truck, berbentuk seperti truck dengan roda ban, namun Dump truck memiliki bak angkut yang dilengkapi dengan sistem hidrolik sehingga bak yang berisi material dapat bergerak naik sampai pada kemiringan tertentu. Dump truck dalam proyek gedung berguna untuk mengangkut material alam seperti tanah urugan, kerikil, dsb ke area proyek ataupun sebaliknya.Ke enam Truck mixer memiliki tabung yang dapat berputar yang berguna untuk membawa beton segar dengan roda ban. Truck mixer dalam proyek gedung berguna untuk mengangkut beton segar dari batching plant menuju lokasi proyek,jarang ada yang sewa sih karena setiap penjual semen ternama pasti punya dan tak perlu menyewa seandainya beli produk semen mereka.   Ke tujuh concreate pump,memililiki pipa-pipa besi yang berguna untuk menyalurkan adukan beton ke tempat yang tinggi. Concreate pump dalam proyek gedung berfungsi untuk menyalurkan/mendorong adukan beton ke tempat tinggi, misalnya pengecoran lantai 2 ke atas.Ke delapan Scrapper, memiliki bagian yang berfungsi untuk mengikis tanah. dalam proyek gedung scrapper berguna untuk memotong lereng tanggul, meratakan lahan,dsb.Ke Sembilan Front Shovel memiliki bucket di depan yang berfungsi untuk menggali. Shovel dalam proyek gedung  berguna untuk penggalian, penimbunan material dll. Itulah beberapa alat berat yang digunakan dalam proyek gedung, dalam pelaksanaannya masih diperlukan alat pendukung lainya.Aku juga menyewakan scaffolding,itu perlengkapan untuk mengaci dinding bangunan,atau pengecatan atau apa pun untuk finishing bangunan yang ketinggiannya tidak bisa di jangkau steger atau tangga berdiri.   Kalo tetap tidak ngerti,cek deh si mbah google,karena di sini aku bukan berniat memberikan kuliah soal alat alat untuk membuat gedung.Aku ingin bercerita soal hidupku.Hidupku yang kadang menyenangkan untuk aku jalani dan terkadang menyebalkan.Seperti sekarang kegiatanku bercinta dengan wanita yang berhasil aku bawa ke hotel harus terjeda karena kehadiran Nino,sepupuku yang sudah insyaf jadi bajingan.Baru aku mau menuntaskan hasratku karena mimpi sialan itu kalo saja Nino tidak mendobrak pintu kamar hotel miliknya yang aku sewa.   “Mau berenti apa mesti gue arak elo berdua ke jalan?”tanyanya sambil tolak pinggang.   Wanita yang berada di atas tubuhku beranjak bangkit dengan santai.   “Siapa sih Ren?,ganggu aja”keluhnya kesal.   “Sepupuku”jawabku lalu beringsut duduk bersandar di kepala ranjang.   Nino berdecak pelan.   “Udah gue bilang jangan sewa kamar hotel gue buat elo m***m”keluh Nino.   “Lah elo bilang urusan masing masing”jawabku.   Wanita yang jadi partnerku bercinta tapi aku lupa namanya dengan santai dan tubuh masih bugil mendekat pada Nino.Aku diam mengawasi sambil menahan tawaku.   “Hai handsome!!,mau three some??”godanya setelah berdiri di hadapan Nino.   “Mau masuk lobang mana?,gue gak minat anal”tolak Nino santai.   Aku sudah terbahak dan wanita itu menatap tak suka padaku.   “Hm……bisa bergantian”jawabnya setelah kembali menatap Nino.   Nino tertawa pelan.   “Elo gak bakal bisa nanganin gue,cukup Reno aja”jawab Nino sambil menyingkirkan tangan wanita itu yang sudah menyentuh wajahnya.   Wanita itu tertawa,dan aku sudah mengulum senyum.Sumpah!!,kalo tuh perempuan berhasil buat Nino takluk bakalan aku nikahin deh.Nino punya cinta gila pada istrinya,sampai dia tobat.   “Makin panasaran,elo berarti lebih hot dari Reno ya?”godanya lagi ganti membelai d**a Nino.   Aku sudah senyam senyum melihat Nino menghela nafas pelan lalu mencekal tangan wanita itu.   “Reno mah ga ada apa apa nya,sehot kaya gimana pun Reno,gak bisa tuh punya anak kembar kaya gue,sekali goyang,bini gue bunting kembar”jawab Nino.   Aku menahan tawaku,seperti sebuah prestasi punya anak kembar dan selalu dia banggakan.   “Kalo gitu gue gue siap nampung bayi tripel elo”jawabnya lagi bersikeras.   Nino tertawa mengejek.   “Elo ga kenal bini gue ya??.Elo sih……..seujung kukunya aja gak ada.Cakep doang,kalo bini gue cantik.Dan lagi,bini gue mahal gak murah kaya elo.Sorry….gue suka barang mahal,lagian elo gak bikin gue turn on,walaupun elo bugil depan gue”jawab Nino santai.   “WHAT!!!BASTART!!!”umpatnya lalu menampar pipi Nino sebelum dia keluar kamar.   Aku ngakak. “b******n k*****t!!,elo yang ena ena,gue yang di tabok.Kenapa semua perempuan kalo gue benar malah pada marah sih?”keluh Nino mengusap pipinya.   Aku ngakak lagi.   “Jangan ketawa trus lo!!,mau lo perusahaan elo,gue bikin gulung tiker??.Buruan pake baju!!,bikin eneg gue aja mesti lihat torpedo elo yang ga sebanding sama si jagur gue.15 menit Ren!!,mandi junub loh,gue tunggu di resto bawah!!”perintahnya lalu menendang pintu kamar lagi yang tadi dia dobrak.   See??,menyebalkan punya sepupu macam Nino???.Nanti aku cerita okey.Bukan aku takut dengan ancaman Nino,aku memang sudah kelaperan karena bercinta marathon dengan wanita yang di tolak Nino.Memang berlagak sekali Nino sih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN