77. Insecure

2369 Kata

Seminggu Kezia di rumah sakit dan sebelum pulang keluargaku berikut ayah mertuaku meminta Kezia USG dulu, untuk mengetahui kondisi next baby twins untuk keluarga Isman, setelah Sumarin punya keturunan kembar. Si kembar anak Nino yang antusias menonton Kezia di USG, sampai Maura minta aku gendong, dan Kimmy meminta Nino gendong. Ayah mertuaku, papaku, dan om Prass bersabar menunggu di meja kerja dokter Sabrina, kedua kakakku, Gladis dan Noni bertahan berdiri membiarkan Tante Inge yang duduk dan meremas tangan Kezia. Kami fokus menatap layar USG. “Sehat baby-nya, mamanya pinter makan sih ya” komen dokter Sabrina. “Alhamdulilah...” koor semua. “Tuh yang dut, dut. Lihat deh ke layar!” perintah istriku. Semua terbahak. “Kan hidup Neng” komen kak Misel gemas. “Aku tau kak, eh kenapa semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN