Rasanya masih seperti mimpi. Cessa bahkan takut ketika keluar dari kamar, mama dan papanya tidak ada di rumah. Pula Caka yang masih berstatus sebagai tunangannya. Namun, panggilan Marisa yang menyuruhnya bersiap untuk berangkat ke sekolah membuatnya senyumnya mengembang. Sebenarnya Cessa penasaran, bagaimana bisa kakeknya membatalkan pertunangan mereka dan dampaknya untuk perusahaan. Namun, sang kakek dan kedua orang tuanya hanya mengatakan kalau Cessa tidak perlu ambil pusing. Terpenting semuanya sudah selesai. Caka mengiriminya banyak chat, tapi tidak satupun yang dibacanya. "Ca, ayo!" ajakan Rudi membuatnya tersadar. Cessa melirik bangunan di seberangnya, lalu memasuki mobil sang papa yang katanya rindu mengantar putri kesayangannya ke sekolah. Dennis masih belum berangkat, motornya m

