Cessa keluar area sekolah seorang diri. Teman-temannya sudah pulang terlebih dahulu. Kebetulan ia harus kembali ke kelas karena ponselnya tertinggal. Cewek itu hendak memesan kendaraan online ketika deru motor mengalihkan atensinya. Matanya membola mendapati Caka berjalan ke arahnya. Ingin sekali ia berlari, tapi Caka dengan sigap menahan lengannya. "Ma-mau apa lagi?" Cessa menatap takut. Terakhir kali mereka bertemu adalah saat Caka dan Dennis bertengkar. Caka berdecak, kedua tangannya disimpan di pinggang. Tak lupa dengan matanya yang menatap tajam. "Lo sengaja gak bales chat gue. Kenapa? Sengaja?" Nyali Cessa menciut. Ia takut cowok itu kelepasan dan kembali bersikap kasar. "K-kita ... kita udah g-gak ada hubungan apa-apa lagi," ucapnya tergagap. Nama Dennis terus ia rapalkan dalam

