Tidak ada yang sia-sia. Benar bukan? *** Cewek itu menghapus keringat di dahinya, melirik teman sekelasnya yang kini membaringkan badan menatap langit-langit sanggar. Hari ini tidak ada jadwal melatih, makanya ia berlatih bersama Zian. Satu minggu lagi kompetisi dance akan dilaksanakan. "Adis lama banget sih beli minum aja," keluh cowok itu kehausan. Mereka lupa membawa minum dan Adisti dengan suka rela menawarkan diri membelikan. Namun, lima belas menit sudah berlalu dan Adis belum juga kembali. "Antri kali di kasirnya," sahut Cessa yang kini berdiri, menatap cermin besar di hadapannya. Ia mengikat rambutnya yang berjatuhan. Gerakannya terhenti mendapati siapa yang masuk bersama Adisti. Mematung, Cessa bahkan masih terdiam saat cowok itu menyapa Zian dan memberikan salam ala cowok ke

