Dennis memasuki rumah dengan raut linglung. Bahkan saat Ratuna menjahilinya dengan melempari kepalanya dengan kacang goreng Dennis hanya diam, terus melangkah menuju kamar dengan pandangan kosong. Bener gak sih dia tadi ngomong gitu? Atau gue yang salah denger? Cowok itu menggelengkan kepala, kemudian mengambil ponselnya. Harus memastikan agar bisa tidur nyenyak malam ini. Dennis: Ca Dennis: Tadi lo ngomong apa? Dennis: Kayaknya gue salah denger "Jangan terlalu berharap, Den," gumam cowok itu mengingatkan diri. Menunggu beberapa saat dan tak ada balasan, Dennis berdecak, berjalan mondar mandir hingga dua puluh menit berlalu. "Argh!" Dennis mengacak rambutnya lalu mengintip lewat jendela, tapi tak ada sosok Cessa di sana. Bahkan pintu balkonnya tertutup rapat. Dennis memutuskan meng

