Kemarahan Ratuna

1134 Kata

Cowok itu memasuki rumah dengan raut tak semangat. Setelah aksi melampiaskan amarahnya dengan menghabiskan waktu hampir satu jam, Dennis memutuskan untuk pulang. Itupun berkat paksaan kedua sahabatnya. Mungkin mereka takut dirinya bunuh diri atau melakukan hal gila lainnya. Dennis hendak mengambil air minum ketika berpapasan dengan Ratuna. Gadis belia itu langsung melotot dengan mata yang memerah. Ia berniat abai, tapi sang adik malah berulah dengan sengaja menyenggol bahunya. "Apa sih lo?" Dennis yang sedang berada dalam mode senggol bacok tak pelak menatap tajam adiknya. "Kalian lagi pada ngapain?" tanya Firda melihat kedua anaknya saling melempar pandangan permusuhan. "Nih tanya anak gadis mama. Orang baru dateng juga." Ratuna memutar bola matanya, tak juga beranjak meski Dennis be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN