Kamu hanya perlu tahu, aku tidak pernah main-main.Jadi, jangan pernah lari lagi, cukup diam dan tunggu, biarkan aku yang memperjuangkanmu untuk kali ini. *** Cessa merutuki dirinya yang tidak bisa menahan diri untuk tidak mengatakan apa yang mengganjal di hatinya. Semua gara-gara hujan deras itu yang mengingatkannya pada kenangan menyakitkan dulu. Tapi, bukankah ada baiknya juga? Cessa jadi tahu bahwa selama ini telah salah sangka. Dennis rupanya tidak dengan sengaja mengundang cewek itu ke rumahnya. Namun, tetap saja tidak ada untungnya untuk sekarang. "Hh." Cewek itu menghembuskan nafas lelah. Melirik jendela kamarnya yang menampilkan langit gelap. Hujan sudah berhenti sejak ia memasuki rumah, tersisa tinggal hawa dingin menusuk. Cessa berdiri dari kegiatan tidurannya. Hendak menutu

