Setelah urusan perut terselesaikan, modus Yoga bertambah dua kali lipat. Pikirnya sekalian mumpung lagi akur. Cari makan udah, beli jajan udah. Ke mana lagi? "Kita cari cincin yuk?" Baru saja Sherly menelan minuman boba Taronya, dan tersedak. "Apa kamu bilang?" "Ya nggak usah horor gitu mukanya. Kamu kan juga tahu kita ini manusia yang ditakdirkan bakalan tercetak di undangan yang sama. Hmm, hanya ingin membeli, gak masalah kan?" Gak masalah Yoga bilang? Padahal sejak pertemuan pertama mereka adalah selalu saja ada yang dipermasalahkan. Mungkin bagi Sherly, sumber masalah adalah si Yoga, padahal tanpa disadari masalahnya hanya dirinya sendiri. Lagian, pernikahan hanya tinggal menunggu bulan saja. Urusan undangan, catering, gaun, dekorasi dan lainnya sudah diurus oleh keluarga merek

