46. PENGAKUAN

1932 Kata

Uhukk... Ana yang sedang minum sontak saja tersedak mendengar ucapan Rendra yang sebenarnya juga tidak ia sengaja itu. Laki- laki itu mengulurkan sapu tangannya yang selalu tersedia di dalam saku celananya. "Pelan- pelan, Ana." Rendra mengingatkan seraya mengusap sudut bibir Ana yang basah. Jika biasanya Ana akan sangat menghindari sentuhan yang dilakukan oleh orang lain terhadapnya, terutama laki- laki. Maka tidak dengan kali ini, gadis itu hanya terdiam melihat apa yang tengah dilakukan Rendra. "Kamu bilang apa tadi, Ren?" tanya Ana beberapa detik setelah Rendra selesai mengelap sudut bibirnya. "Ah, itu ...." Rendra tergagap karena bingung harus menjawab apa. Entah hanya firasatnya saja atau bagaimana, tapi dari intonasi pertanyaan Ana, Rendra bisa menebak jika gadis itu merasa tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN