Lily dibuat kebingungan dengan kegusaran sang putra selama beberapa hari terakhir ini. Rendra yang terlihat begitu galau dan dan mudah sekali uring- uringan membuat baik sang ayah, ibu dan adiknya hanya bisa saling berpandangan. "Kakak kamu kenapa sih, Dek?" tanya Lily ketika sang putra beranjak dari tempat duduknya. Mereka baru saja menyelesaikan ritual sarapan. Nyaris saja Rendra tidak mau ikut sarapan di meja makan, tetapi Lily mengancam akan benar- benar marah jika Rendra tidak mau keluar dari kamarnya. Rendra pun akhirnya luluh meskipun ia makan dengan malas- malasan. Marisha mengendikkan bahunya pelan, "Sha juga nggak tahu, Ma. Galau gara- gara mau sidang kali," jawab gadis itu asal. Lily tampak berpikir, ia sedikit kurang setuju denga argumen sang putri. Sebab selama proses Rend

