"Mau makan di mana, An? Dan please jangan jawab terserah," tanya dan peringat Rendra sekaligus yang membuat Ana terkekeh. "Nggak pa- pa dong aku jawab terserah. Kan kamu yang mau makan kali ini, Ren," balas Ana setelah meredakan tawanya. Keduanya berjalan menyusuri jalur pedestrian universitas. "Aku pikir kamu bakal ngajak makan di kantin fakultas kamu, An. Eh, nggak tahunya langsung jalan ke sini." Ucapan Rendra membuat Ana tersenyum gamang. Dugaan Rendra sebenarnya sama sekali tidak salah, awalnya Ana memang bermaksud mengajak Rendra untuk makan di kantin fakultasnya saja. Terlebih, posisi berdiri Rendra sudah berada d jalur menuju fakultasnya saat tadi menunggunya. Tetapi niat itu ia urungkan begitu melihat keberadaan Charlotte. Meskipun dari jarak yang cukup jauh karena Rendra berd

