35. DOUBTNESS

1847 Kata

Sesosok bertubuh tinggi itu tengah bersandar pada salah satu rak buku dengan tangan bersedekap. Sambil tersenyum, ia memperhatikan sosok gadis yang tengah sibuk memilah- milah di antara deretan buku yang berjajar rapi memenuhi rak tinggi tersebut. Ingin rasanya ia menyapa gadis itu, namun urung dilakukannya. Laki-laki itu lebih memilih melihat sosok sang gadis dari jauh sebelum menyapanya nanti. "Lo ngapain senyum- senyum kaya orang ggila gitu?" celetukan sesorang membuatnya memutuskan pandangan dari gadis itu. Lantas beralih memandang siapa yang kini berdiri di belakangnya. "Lo nggak ada kerjaan lain selain ngintilin gue?" balasnya acuh begitu mengetahui siapakah orang tersebut. "Gue? Ngintilin lo?" tanyanya memperjelas seraya menunjuk diri sendri. "Ren, perpustakaan itu tempat umum.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN