34. IN FACT

1861 Kata

Kedua dahi lebar Axel dan Marcel sukses dibuat terkerut begitu melihat kemunculan sang sahabat yang lengkap dengan ekspresi kesalnya. Rendra bahkan membanting begitu saja tumpukkan kertas di tangannya ke atas meja. Beruntung saja, suasana ruang perpustakaan itu sedang dalam kondisi yang tidak terlalu ramai, dan mereka memilih tempat duduk yang sedikit menepi. Axel dan Marcel kompak memilih perpustakaan sebagai tempat mereka menunggu Rendra yang hari ini waktunya menjalani bimbingan skripsi dengan sang dosen. Bukan, bukan karena mereka mahasiswa rajin. Tetapi keduanya harus mengakses jurnal pertaruhan nyawa mereka alias skripsi yang memang hanya bisa diakses melalui jaringan perpustakaan umum milik kampus mereka tersebut. Sejak memasuki semester 6, ketiganya sudah mulai disibukkan dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN