Aura dingin dan tidak mengenakkan langsung terasa dan memenuhi lobi berukuran luas tersebut. Disebabkan oleh kehadiran sang pimpinan yang memang memasang wajah dingin bahkan sejak masih di mobil. Jangankan karyawan di kantor, sang sopir saja mendadak ketakutan ketika melihat sang majikan beserta tuan mudanya menampilkan wajah sedingin itu. Sapaan dari beberapa pegawainya yang kebetulan melintas hanya ditanggapi Alvin dengan anggukan datar. Sesuatu yang sangat jarang sekali terjadi selama ini. Bahkan bisa dibilang, hampir tidak pernah. Tentu saja sebab Alvin masih merasa sedemikian marah atas perbuatan seseorang terhadap putri semata wayangnya. Alvin bukannya masih emosi, tetapi sebagai ayah sangat wajah jika ia merasakan hal demikian. "Tolong hubungi Pak Ferdinan, minta beliau untuk mene

