Silau. Satu kata yang terbesit dalam benak Ana ketika ia mulai mengerjapkan mata. Gadis itu terdiam seraya mengumpulkan ingatanya. Bola matanya sibuk bergerak ke sana kemari guna mengunterupsi kondisi tempat di mana ia berada. Ddominasi warna putih yang membuat Ana mengernyit, ditambah aroma obat- obatan yang begitu tajam memasuki indera penciumannya. Ana langsung bisa menebak jika ia sedang berada di rumah sakit. Rasa pusing di kepalanya masih sedikit terasa. Selama beberapa saat, Ana mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Begitu ingatannya berhasil terkumpul, rona wajahnya mendadak berubah sendu. Ada perasaan yang bercampur antara marah dan juga sedih di saat yang bersamaan. Guna mengurai rasa sesak yang melingkupi hatinya, Ana mencoba untuk bangkit. Jujur saja ia merasa haus

