30. DO I HEART HER?

1648 Kata

"Argh, sialan," umpat Rendra saat perlahan melihat punggung Ana menghilang di balik pintu pagar hitam tersebut. Tentu saja uumpatan itu ia tujukan kepada dirinya sendiri yang sudah bersikap tidak sopan kepada Ana. "Ana pasti ngamuk sama gue." Kembali Rendra mengomeli dirinya sendiri seraya memukul kemudi di hadapannya. Setelah memastikan Ana memasuki rumah, terlebih kamarnya, ia segera melajukan mobilnya untuk meninggalkan rumah besar tersebut. Tentu saja Rendra tahu jika Ana sudah memasuki kamarnya. Sebab kamar Ana terletak di lantai atas bagian depan dan lampunya menyala tak berapa lama setelah Ana melangkah memasuki rumah. Langit yang mulai menggelap dengan sisa merah di ufuk barat menemani putaran roda mobil Rendra. Alih-alih pulang ke rumah orang tuanya, Rendra lebih memilih untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN