Sesampainya di dalam kamar, Ana terlebih dahulu menghubungi nomor sang ayah. Tentu saja untuk mengurus mobilnya yang masih tertinggal di tempat parkir fakultas. "Halo, Sayang." Suara Nadia yang terdengar di telinga Ana. "Mom, Daddy di mana?" tanya Ana tanpa menjawab sapaan sang ibu. "Daddy kamu masih di kamar mandi, Nak. Ada apa? Ada masalah?" Nadia tentu bisa mendengar nada bicara sang putri yang terkesan lebih acuh dan galak dari biasanya itu. "Kirim sopir kantor ke kampus Ana, Mom. Ban mobil Ana tadi kempes. Nggak tahu kempes sendiri apa kena paku," jelas Ana mengungkapkan masalahnya. "Loh, lalu tadi kamu pulangnya gimana?" "Naik taksi online, Mommy," jawab Ana berbohong. Ia sedang malas memuji Rendra karena rasa sebalnya yang masih menggunung. "Oh, gitu. Ya sudah, nanti Mommy

