26. Harapan

1218 Kata

"Bun, Yah, Abang kalau nanti udah lulus mau kuliah ke Singapur boleh ya?" Keenan tiba-tiba mengangkat topik di sela-sela makan malam mereka. "Singapura? Ngelawak ya lo?" Riaz sudah lebih dulu menyahut. Cewek itu menatap adik kembarannya dengan geli, seolah hal yang Keenan katakan tadi hanyalah lelucon semata. Keenan tak menanggapi ucapan kakaknya itu. Dia hanya melengos sinis, lalu menatap ayah dan ibunya penuh harap. "Yakin kamu mau kuliah di sana? Nilai kamu emangnya cukup?" tanya ibunya santai dan hal itu membuat Riaz tertawa terbahak-bahak hingga cewek itu tersedak makanannya yang tadi masih ia kunyah. "Rasain lo!" ejek Keenan, merasa bahagia melihat wajah memerah Riaz. Riaz mengibaskan tangannya. "Gue oke, kok," kata cewek itu lalu mengambil minuman di hadapannya. "Makannya Kak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN