Lana, ibu Dayu menutup mulutnya setelah mendengar penuturan dari pria paruh baya yang mengaku ayah dari pasien yang juga sedang ditangani di ruang IGD tadi. Ia cukup terkejut mendengar berita itu. Tak menyangka juga, ternyata anaknya yang ia kira baik-baik saja itu mempunyai masalah kesehatan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. "A-anak, anak saya kena tumor otak?" Tubuh wanita itu bergetar hebat, berusaha sekuat tenaga menahan isak tangis yang berdesakan keluar. Rasa bersalah yang tak terhingga kini bercokol di hati wanita itu, memenuhi setiap sela-sela kosong di sana hingga menghambat sistem sirkulasi yang sedang berlangsung di tubuhnya. Sesaat, ia merasa sel-sel dalam tubuhnya mulai mematikan diri, membuat badannya mendingin, bak baru dikeluarkan dari ruang pendingin. Ia telah gaga

