Gabe sampai di depan rumah Ben. Pria itu melihat mobil Ben terparkir di garasi rumahnya. Dengan cepat, Gabe keluar dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah Ben dengan tidak sabarannya. “Ck! Ben!” Gabe berdecak sambil berseru, memanggil nama Ben yang tak kunjung datang dan membuka pintu. “Benedict!” Sekali lagi Gabe memanggil nama Ben. Tak kehilangan akal, Gabe mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Mencari kontak Ben di ponselnya dan menghubungi pria itu. “Halo?” Suara Ben yang terdengar serak seperti orang baru bangun itu menyapa telinga Gabe. “Lo tidur?! Gue di depan rumah lo! Tut.” Gabe menunggu di depan pintu Ben dengan tidak sabaran. Sejujurnya pria itu tengah kesal karena Ben malah tidur disaat ia tengah kelimpungan mencari Selly. “Apa?” Ben mengucek pelan matanya sambil bertan

