Selly dan Ben terkejut. Kemungkinan untuk Gabe kembali ke rumah Ben sangat lah besar. Mengingat, pria yang dianggap telah menjadi mantan suami Selly itu belum lama pergi meninggalkan rumah Ben. Ben dan Selly saling bertukar pandang. Mereka berdua sama-sama tau apa makna dari pandangan itu—khawatir. “Kamu tunggu di sini. Semakin cepat aku buka, semakin cepat dia pergi,” ujar Ben sebelum meninggalkan Selly. Meski tak menyebut nama dari dia yang Ben maksud, Selly tahu betul bahwa dia yang dimaksud oleh Ben adalah Gabe si mantan suaminya. Menunggu dengan gelisah di atas kursi rodanya, tak lama kemudian Ben masuk bersama dengan seorang pria paruh baya dan tas hitamnya. “Silahkan duduk di sini, Om,” ujar Ben sopan sebelum melirik ke arah Selly dan tersenyum. Selly akhirnya bisa bernapas leg

