Hari telah berganti. Sesuai permintaan Selly, Ben mengantarkan mantan istri sahabatnya itu pergi ke panti asuhan setelah mereka sempat membeli beberapa hadiah untuk dibagikan nanti. "Duduk kamu nyaman?" tanya Ben untuk kesekian kalinya pada Selly yang duduk di sebelah kursi kemudi, mengingat jarak yang lumayan dari Ibukota ke Bandung Selatan. "Nyaman, Ben. Kamu udah tanya itu berapa kali?" Selly menggelengkan pelan kepalanya sambil tersenyum lalu kembali menatap ke arah jalanan yang berada di sampingnya. "Aku cuma ngeri inget kondisi kamu waktu balik ke kamar rawat inap," ujar Ben. Ingatan Ben masih sangat hangat tentang bagaimana baju pasien berlumuran darah saat wanita itu mencari suaminya. Namun saat itu, Ben tidak bisa berbuat apa-apa. Mendengar ucapan Ben, Selly tersenyum getir. S

