"Belum Pak, mungkin sebentar lagi." "Oke Bi, kabari kalau istriku sudah sampai rumah, ya!" kata Sultan. "Baik Pak." Sultan pun mengakhiri panggilan teleponnya. Pria itu berpikir dan melihat pada jam di tangannya. "Kenapa belum sampai, seharusnya Rumaisyah sudah sampai rumah, kan?" "Apa butuh waktu selama itu untuk sampai rumah?" Tiba-tiba hatinya merasa gelisah, khawatir jika terjadi sesuatu dengan istrinya. Sultan kembali mencoba menghubungi nomor istrinya, tetapi panggilannya tidak dijawab meskipun terhubung. Sampai kemudian, Sarah memanggilnya. Pria itu pun tak jadi menelpon nomor Rumaisyah. "Apa?" tanya Sultan dengan nada jutek. Sarah langsung menggapit lengan calon suaminya. "Ayo gabung lagi ke dalam, ngapain sih ngurusin Rumaisyah terus?" Sultan langsung melepaskan tangan S

