"Katanya Bu Rumaisyah sedang menangis dan kehujanan saat Pak Sudirman dan Mas Agam temukan, tapi udah diperiksa dokter, semua baik-baik saja." Sultan duduk di tepi ranjang, menatap lekat istrinya yang sudah terlelap. Ia tahu, Rumaisyah menahan semua kesedihannya seorang diri. Wanita itu berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja, tetapi sesungguhnya dia tak berdaya melawan takdir karena merasa hutang budi pada Sarah dan ayahnya. 'Harusnya aku yang bisa tegas, aku tak ada hutang budi dengan Sarah ataupun Om Alvin,' ucap Sultan dalam hati. Sultan mendekati wajah istrinya, lalu mengecup kening wanita itu. Pria itu menggenggam tangan istrinya. "Bersabarlah sebentar lagi, aku akan coba bicara dengan Om Alvin." Keesokan harinya, Rumaisyah sarapan seorang diri. Sultan masih belum bangun.

