Safira menatap wajah lelah suaminya yang masih tertidur lelap. Hari hampir pagi tapi dia tak tega untuk membangunkannya karena terbayang bagaimana pria itu bekerja selama hampir dua Minggu ini di luar kota. Jadi, dia memutuskan segera turun saja ke lantai bawah untuk memulai aktifitasnya. Pekerjaan rumah menunggu untuk dibereskan setiap hari. Cucian kotor di keranjang, peralatan makan bekas pakai di bak cuci, dan kegiatan memasak makanan yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari sebelum dirinya pergi bekerja. Lelah? Jangan ditanya, karena rasanya sudah pasti melelahkan. Tidak cukup disibukkan oleh tugas kantor dengan segala permasalahannya, tetapi Safira pun harus menjalankan kewajiban sebagai seorang istri sekaligus ibu rumah tangga. Semuanya dia kerjakan penuh dedikasi karena menyadari

