Bab 35. Perasaan Adnan

1050 Kata

"Bahan lainnya nanti menyusul, Pak. Masih teman-teman kerjakan." Safira meletakkan beberapa laporan yang dibawanya dari luar. "Ya." Adnan menjawab tanpa memalingkan perhatian dari laptopnya. "Ada lagi yang Bapak butuhkan?" Perempuan itu menunggu di depan meja sambil menatap sosok atasannya dalam diam. "Tidak ada, terima kasih." Dan orang yang dimaksud tetap fokus pada apa yang dia kerjakan tanpa berniat menanggapi asistennya tersebut. Safira mengerutkan dahi dengan perasaan heran yang melanda. Tak biasanya Adnan bersikap begitu padanya, padahal selama ini dia selalu berusaha mengakrabkan diri. "Bapak mau saya ambilkan lagi air? Sepertinya ini mau habis." Lalu dia melirik gelas di sisi meja yang hampir kosong, padahal tadi pagi sudah dia isi penuh seperti biasanya. "Tidak usah, nanti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN