Franda kembali menaiki motornya, mendorong Sabian agar menjauh. Meski kakinya masih terasa nyeri, namun ia tak memperdulikannya. Kaki ini akan sembuh dengan sendirinya tanpa obat obatan atau tukang urut. Bukan karena Framda dewa atau bagaimana, sebab Franda tidak sedang dalam kondisi bisa membeli obat atau pergi ke tukang urut karena uangnya akan melayang malam ini. Bersama harga dirinya yang susah payah mempertahankan gelar tak terkalahkan dalam ajang balapan liar ini. Brumm.. motor itu kembali berjalan, membelah jalanan sepi ini. Meninggalkan Sabian sendiriang bersama mobilnya yang masih terparkir asal di tengah jalan. "Cewek itu.. ahh, gue kenapa?" Mata Sabian tak lepas memandangi motor Franda yang berjalan semakin menjauh. Ada apa dengan dirinya? Bagaikan ada perasaan yang berbeda ka

