49.

1440 Kata

Sabian mengangkat wajah Franda. Di tatapnya mata itu yang kini menatapnya balik. Digapainya pipi Franda untuk sesekali menghapuskan air mata yang ada di pipi gadis itu. Ditatapnya lagi dengan lembut mata Franda yang kini tampak sendu serta berwarna kemerahan. Sabian mengusap rambut Franda dengan lembut, merapikan anak rambut Franda yang berserakan di wajahnya untuk di selipkan ke belakang telinga. Lalu, lelaki itu tersenyum dengan teduh pada Franda, berusaha untuk mengembalikan suasana hati Franda yang sedang tidak baik baik aja. “Kamu lihat aku sekarang kan, Sayang? Kamu lihat aku menderita? Kamu lihat aku kesusahan? Kamu lihat aku sedih dan menyesal udah bareng bareng kamu? Enggak kan? Sedikit pun, aku gak merasa menderita buat bareng kamu, Nda. Aku gak merasa kesulitan selama bersama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN