Sabian mengangkat wajah Franda. Di tatapnya mata itu yang kini menatapnya balik. Digapainya pipi Franda untuk sesekali menghapuskan air mata yang ada di pipi gadis itu. Ditatapnya lagi dengan lembut mata Franda yang kini tampak sendu serta berwarna kemerahan. Sabian mengusap rambut Franda dengan lembut, merapikan anak rambut Franda yang berserakan di wajahnya untuk di selipkan ke belakang telinga. Lalu, lelaki itu tersenyum dengan teduh pada Franda, berusaha untuk mengembalikan suasana hati Franda yang sedang tidak baik baik aja. “Kamu lihat aku sekarang kan, Sayang? Kamu lihat aku menderita? Kamu lihat aku kesusahan? Kamu lihat aku sedih dan menyesal udah bareng bareng kamu? Enggak kan? Sedikit pun, aku gak merasa menderita buat bareng kamu, Nda. Aku gak merasa kesulitan selama bersama

