Setelah menemukan kontak Sabian, Franda segera menekan icon memanggil untuk segera menghubungi kekasihnya itu, sehingga Sabian dapat membantunya keluar dari tempat mengerikan ini. Franda sungguh merasa takut, bahkan cewek itu nyaris menangis. Ia bersumpah bahwa ia sangat membenci penggemar Sabian yang sudah terlalu kelewatan dan mengerjainya. Mereka seolah menghalalkan segala cara agar Franda menderita, ia tidka percaya pola pikir remaja bisa segitu jahatnya, seharusnya mereka focus saja belajar, alih alih mengerjainya seperti ini dan hanya membuatnya menderita, memang apa juga sih untungnya buat mereka saat melakukan hal hal seperti ini? "Hallo, Sabian. Bi.. Bi... tolong aku. Toiletnya kekunci dan lampunya mati. Aku kekurung di dalam, Sabian tolongin aku. Aku takut." Franda merengek k

