Sengaja ia memilih super market dan berdalih belum belanja bulanan, padahal Silfa memang tidak pernah berlanja bulanan. Akal akalan aja demi bisa berjalan jalan sambil mendorong troli berisi belanjaan bulanan, seperti pasangan baru pada umumnya. Biarkan Silfa menikmati hari ini sebaik baiknya., ia akan memanfaatkannya dengan maksimal. “Oh boleh, yuk Fa.” Rafael beranjak berdiri lalu menunggu Silfa untuk bergegas merapikan barang barangnya. Silfa pun bangkit dari duduknya sambil membanrkan rok nya terlebih dahulu. “Yuk, Raf.” Silfa kini mengikuti Rafael untuk keluar dari kedai donat yang berada di dalam mall ini. Mereka pun berjalan beriringan menuju super market yang berada di basement mall ini. Sepanjang perjalanan mereka tampak membicarakan hal hal yang dilihat sekelilingnya. Hingga

