“Ve, waktu itu lo nyatet pr bahasa indonesia gak?“ Veya terlonjak. Mengangkat kepalanya dengan linglung, Veya menatap seseorang didepannya ini dengan mata melebar. “Kamu... ngomong sama aku?“ Bisma tertawa renyah, membuat Veya terpana selama beberapa saat. “Iya, Ve, gue ngomong sama lo. Nyatet pr bahasa indonesia yang minggu lalu gak?“ Veya menganggukkan kepalanya dengan keras, membuat Veya meringis setelahnya akibat rasa sakit dilehernya. “Nyatet, kok. Kenapa?“ Bisma tersenyum. Dua tahun lalu, saat pertama kali Bisma memasuki kelas ini, tatapan Bisma sudah jatuh lebih dulu pada gadis didepannya ini, Veya Cresentika. Gadis pintar dengan kelakuan yang terbilang agak aneh untuk gadis seumuran dirinya. Alih-alih lebih memilih mencari teman kesana- kemari, Veya justru lebih sen

