Padahal Sabian berusaha untuk menjelaskannya, menceritakan betapa cantik paras dan hati kekasihnya, tapi boro boro mereka mau mendengarkan, Sabian bicara A saja mereka menyahuti dari B sampai Z. Sabian tidak diizinkan sama sekali untuk menceritakan suasana hatinya yang berbunga bunga layaknya curahan hati pada seorang sahabat pada umumnya. Kesal dengan keadaan ini, akhirnya Sabian pun berdiri dari duduknya, lalu menendang meja di ruang tamunya dengan keras, hingga meja tersebut nyaris terbalik tapi kembali seperti sedia kala karena bahannya yang kokoh. Tapi suara gebrakan meja yang nyaris terjungkal itu terdengar dengan jelas oleh Ilham, Rangga, dan Dicky yang berada di sana. Mereka semua jelas terkejut dengan sikap Sabian yang sudah naik darah karena ucapan ucapan mereka itu. Semuanya h

