Sabian terus berusaha meyakinkan Franda, agar gadisnya itu mau bersabar sedikit lagi, hingga seluruh dunia bisa menerima kehadiran mereka. Di tatapnya gadis itu dalam dalam, dengan genggamannya yang dipererat sebagai tanda bahwa ia akan terus bergandengan dengan gadis ini meski seluruh dunia menentang. Sabian menatap mata itu dengan sungguh sungguh, seolah tidak ada lagi yang diinginkannya di dunia ini selain Franda. Ia tidak akan meninggalkan Franda dan akan terus memperjuangkan gadis itu hingga semua orang bisa menerima mereka. Sabaian benar benar akan melakukannya, tak peduli akan ada banyak hujatan, makian, cacian, dan segela bentuk ucapan ucapan kasarnya pada Franda. Mata Franda kini berkaca kaca, melihat betapa tulusnya lelaki di hadapannya ini mencintainya. Tanpa memandang status a

