Pada suatu kesempatan, Rafael mengajak Asya untuk pergi dengannya. Hanya berdua. Tanpa ada Silfa. Asya memang berniat untuk menolak ajakan Rafael, namun tak dapat di pungkiri hatinya pun tidak dapat menolaknya. Asya merindukan Rafael. Sangat merindukannya. Rafael duduk berhadapan dengan Asya di suatu cafe yang terletak di dalam mall. Hati Asya mulai was-was, saat melihat ke sekeliling cafe, ternyata disitu hanya ada dirinya dengan Rafael, dan para pelayan dengan seragam yang rapi. Asya makin panik, saat jiwa sinetronnya mempengaruhi pikirannya. Jangan-jangan ini seperti apa yang ada di sinetron yang ia saksikan. Rafael sengaja menyewa cafe ini hanya untuk mereka berdua? Tapi untuk apa? Rafael tak mungkin akan menyatakan cintanya lagi bukan? "Lo kenapa sih? Dari tadi matanya ngeliatin s

