36.

2720 Kata

Hembusan angin malam seakan menusuk kulit Kirel yang penuh dengan luka. Dari balkon kamar nya, Kirel menatap nanar pada bintang yang bertebaran di langit. Dirasakannya perih yang menjalar di sekujur tangannya akibat sayatan yang dilakukan oleh Rogan. Meski tangan itu sudah tidak mengeluarkan kan darah tapi rasa sakit kian terasa seiring hembusan angin yang menerpa tubuhnya. Sekuat tenaga Kirel menahan rasa sakit itu sendirian, mati-matian ia menahan nya tanpa banyak protes lebih lanjut pada sosok Rogan yang melakukan aksi itu. Air matanya refleks mengucur, membasahi pipi lembutnya itu. Pikirannya melayang pada kejadian tadi siang, saat Rogan menyiksanya. Belakangan ini memang sering sekai Rogan marah dan menyiksanya. Bahkan sudah tak terhitung melihat Rogan yang mengamuk hanya karena hal-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN