“Tuan, saya akan mengirim data tentang nona tadi malam ini.” Rion yang sudah turun di persimpangan jalan pun langsung berpamitan pada Edgar. Dia tidak lupa dengan tugas yang Edgar berikan padanya tentang data Aletha. “Iya. Aku akan menunggunya.” Selesai dengan percakapan singkat itu, kini Edgar langsung melajukan mobilnya dan pulang menuju ke rumahnya. Di sana dia sudah mendapati Shiella bersama seorang wanita berumur 46 tahun yang sedang membaca sebuah majalah mode di tangannya. Gadis itu langsung berdiri dan mendekati kakaknya itu dengan sebuah tujuan tersembunyi. “Kak Edgar udah pulang?” tanyanya ceria memperlihatkan gigi putih dan rapinya. “Hmm,” Edgar hanya berdehem saja. Dia malas jika harus menggubris perkataan Shiella karena dia tau anak itu ada maunya. “Kak, mau adain pe

