Namun, sebelum Shiella benar-benar membuka pintu dan keluar dari sana, Edgar terlebih dahulu mengentikannya. “Tunggu!” “Ada apa, Kak?” “Bilang sama mama kalau kakak gak bakalan terlalu sering pulang ke rumah. Dan lagi, kalau kamu mau ke sini harus kabari kakak dulu, jangan asal main datang.” Takut hal ini terulang lagi bahkan saat Aletha sedang ada di sana, Edgar sekarang mengtakan hal itu untuk antisipasi. Shiella yang mendengarnya hanya bisa mengerutkan dahinya karena tidak mengerti dengan ucapan yang baru saja kakaknya katakan. “Maksudnya? Aku kan emang sering datang ke sini tanpa ngasih tau. Kenapa sekarang harus?” “Lakukan atau jangan pernah ke sini lagi,” tegas Edgar dengan tatapan tajamnya. “Iya iya. Galak banget, sih.” Setelah menyetujui perkataan Edgar, sekarang Shiella b

