Maira kebingungan saat Suci meneleponnya dalam keadaan menangis. Sebab tidak biasanya Suci seperti ini. Setelah beberapa menit Suci masih belum juga membuka suara. Dia hanya menangis sambil terus memanggil nama Maira. "Kenapa? Kamu baik-baik aja? Cerita, Ci. Jangan bikin aku khawatir." "Maira. Arsa..." "Kenapa sama Arsa?" "Dia kecelakaan, tabrak lari. Sekarang Arsa ada di rumah sakit. Gue takut Maira.." "A--apa? Ke--kece--lakaan?" Tanya Maira tertatih-tatih. Dia sangat terkejut, bagaimana mungkin Arsa bisa kecelakaan? Padahal tadi Arsa masih sempat mengantarnya untuk pulang. Apa Arsa kecelakaan karena telah mengantarnya pulang? "Iya, gue bingung gimana cara hubungin orang tuanya. Gue gak tau." "Sekarang gimana keadaan Arsa? Bilang sama aku dia baik-baik aja kan?" Suci tak merespon

