Satu Minggu sudah berlalu. kondisi kesehatan Arsa semakin membaik. begitu pun dengan Maira. Meski pun harus kembali duduk di atas kursi roda tapi itu tidak menghilangkan semangatnya untuk terus berjuang hidup. Sekarang Maira dan Arsa sedang berada di taman rumah sakit. Keduanya sama-sama duduk di atas kursi roda. di tangan Arsa terdapat dua buah balon. kali ini Mereke berdua akan menuliskan harapan mereka dan setelah itu akan membiarkan harapan itu terbang bersama balon itu. "Waktu kecil ayah angkat aku selalu bilang kalau surga itu ada di atas sana dan itu jauh sekali. Tapi setiap kali aku naik pesawat aku belum pernah dibawa terbang sampai sejauh itu." "Jangan ngaco kamu." Arsa tertawa pelan. sekarang mereka berdua yang ada di taman itu, sementara suster yang tadi mengantar mereka su

