"Naura." "Iya?" sampai besok kamu masih punya pilihan kamu masih bisa membatalkan kalau seandainya kamu merasa takut, aku nggak masalah kok. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa cuma karena kamu donorin sumsum kamu buat aku." mengembuskan nafas pelan bagaimana mungkin dia membiarkan kondisi Maira semakin terus memburuk sementara dirinya sendiri bisa menjadi pendonor dan sumber kesembuhan untuk pembayarannya itu "apa yang kamu bicarain Maira? Bagaimana mungkin aku biarin kamu kesakitan terus padahal kamu punya kesempatan sembuh lewat aku." Ingatan Naura memang belum kembali, bagi Naura itu tidak jadi masalah lagi. Dia hanya ingin sekarang Maira sembuh, sebab sangat menyayangi Maira dan takut kehilangan Maira. "Aku bakal baik-baik aja dan aku nggak bakalan mati cuma karena aku donorin sums

