Tangis baby Arsen nyaring terdengar, Via berusaha bangkit ke posisi duduk, namun matanya terasa amat lengket. Setiap malam ia begadang untuk mengurus bayi mungil tersebut. Ken datang membawa jus jeruk untuknya, membantunya duduk lanjut mengusap wajahnya penuh kasih kelembutan. "Sayang, minumlah ini, vitamin C bagus untuk kesehatan." Via menerima gelas dengan kedua tangan, meneguk beberapa kali. Perlakuan Ken berubah 180 derajat, Via terkesima namun terbersit rasa ragu di dalam benak. Apakah sikap Ken tulus, atau sebatas kamuflase. "Ken, aku ngantuk banget, Arsen tidak membiarkanku memejam walau semenit," keluh Via sambil menguap lemah. "Tak apa Sayang, istirahat saja, karena aku harus ke kantor, biar bik Astri yang urus. Oke?" Ken mengambil baby mungil dari box kecil, gerakannya

