Di hari yang ditentukan Via dan sang suami kembali mengucap akad pernikahan, sesuai usul dari pak Anggoro. Meski tidak ada acara mewah, namun kedua sejoli mengikuti proses dengan antusias. Via dengan kebaya pink serta bawahan rok panjang ketat berbahan batik. Makeup korean look menambah kecantikan pada wajahnya yang oriental. Berbeda 180 derajat dengan momen beberapa bulan sebelumnya. Kini Via menerima pernikahan dengan suka cita, tanpa adanya sebuah paksaan. Usai melakukan semua itu, Via mencium tangan sang suami penuh cinta. Tak lama seorang tamu datang, Disti membawa koper berisi pakaian miliknya, diikuti sepuluh orang wanita, yang mengatas namakan dari Komunitas Pembela Nasib Perempuan. Mereka serempak mengucap yel-yel untuk mencari keadilan. Melihat itu pak Anggoro menjadi

