-New York- Ponsel di saku celana pria itu berdering. Ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya di tengah malam seperti ini. Ia melihat nomer yang tertera pada layar sepertinya ia tidak kenal. Ia tidak terlalu mengindahkan panggilan itu karena tidak ingin diganggu. Tapi sekali lagi ponselnya berbunyi. Mau tidak mau ia mengangkatnya di sela-sela tidurnya. “Halo…” Mata pria itu terbelalak mendengar suara seseorang dari seberang. Seseorang yang sangat ia rindukan selama ini. Tanpa terasa air matanya menetes penuh dengan kerinduan. Secercah harapan terbit dalam hatinya. “Caleb, kau masih hidup?” tanyanya dengan penuh haru dan rasa tak percaya. Putranya masih hidup. “Yes, Dad. It’s me.” “Syukurlah kau masih hidup. Di mana posisimu sekarang? Ak

